Kamis, 11 November 2010

Jakarta Motor Cycle Show 2010











































Jakarta Motor Cycle Show kembali digelar kemarin dari tanggal 3-7 November 2010 bersamaan dengan IndoComtech di JCC Senayan. Ajang ini sangat dimanfaatkan para ATPM sepeda motor di tanah air untuk me'mamerkan' produk2 motor mereka. Tercatat ATPM yang ikut adalah Bajaj, Honda, Kawasaki, Piaggio (Vespa), Suzuki, TVS, dan Yamaha. Namun dari kesemua peserta pameran, sangat terlihat yang paling ramai adalah stan Honda dan Yamaha, yang notabene kedua pabrikan ini selalu bersaing dan saling susul menyusul dalam penjualan sepeda motor di tanah air. Selain ATPM, ikut juga memeriahkan tentu saja penjual aksesoris2 sepeda motor, misalnya Helm (baik lokal maupun impor), Box motor (GIVI), Jaket, sarung tangan, sepatu, jas hujan dan spare part pendongkrak performa dan tampilan.

Berikut, saya tampilkan beberapa jepretan motor-motor yang ngga diragukan lagi ke'sexy'annya...hehehe

Monggo.....





BMW RS1000R











Kawasaki Ninja ZX-6R










Kawasaki Ninja ZX-6R












Kawasaki Ninja Zx-6R
















Honda RC212- Dani Pedrosa















Honda CB1000R












Honda CBR250









Yamaha XT1200z Super Tenere













Yamaha YZF R1













Yamaha YZF R1













Yamaha YZF R1












Yamaha YZF R1


















































(maaf tidak memotret motor2 lokal....udah bosen liatnya...hihihi)

Senin, 25 Oktober 2010

The Water Drop....


Belajar foto tetesan air

Siang itu, 23 oktober '10...mo nyobain bin ngetes starlite wireless trigger dengan eksperimen motret tetesan air.
Persiapan peralatan yang serba terbatas antara lain
1. Kamera (tentunya) yang udah dipasang tranceiver/ wireless trigger
dengan setting Manual pada speed 1/125, f 22 dan Iso 200, lensa Kit 18-55mm
2. Flash yang juga udah terpasang receiver wireless di'hot-shoe'nya
3. tripod
4. Meja kerja 'dadakan'...hehehe
5. penampung air (aku cuman pake kaleng bekas tempat roti biskuit) + tempat air menetes yang aku gantung
6. Kertas karton untuk bidang pantul
















seting tempat...dengan peralatan seadanya...:D


Setelah seting tempat selesai, dilanjut dengan setting di kamera
1. Tempatkan air sedemikian rupa dengan jarak yang cukup dengan kamera dan flash
2. Tempatkan kamera di atas tripod, atur sudut pengambilan yang sesuai
3. untuk penegsetan fokus, gunakan pensil yang ditempatkan di persis di mana tetesan air akan jatuh.
4. Setelah fokus didapat, non aktifkan seting autofokus di kamera, ini berguna untuk mencegah
pergeseran fokus.
5. Atur penempatan flash, agar jatuhnya sinar merata, karena baru pertama kali, aku belum bisa
mendapatkan sudut jatuhnya sinar yang merata..:(
6. setelah semua seting sudah siap, eksperimen aku mulai...:)
































































































































































































































































































eksperimen pertama ini masih menghasilkan foto-foto yang jauuuuh dari sempurna...:)





Selasa, 21 September 2010

Idul Fitri 1431 H


















Tuh kan pegel....maksa banget sih...:)


Lebaran 2010....

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H yang jatuh pada 10-11 September 2010 telah usai, telah menjadi semacam ritual
bagi para pendatang untuk pulang kampung alias mudik. Pemudikpun menggunakan berbagai macam moda transportasi, baik jalan darat, laut maupun udara. Untuk jalan darat, mobil pribadi dan motor sangat dominan menguasai jalan. Walaupun ada larangan mudik bareng pake motor sudah dikeluarkan Mabes POLRI, tapi tidak menyurutkan animo bikers untuk mudik dengan motor.

Di sini, saya lebih banyak memuat foto-foto para "mudikers" bermotor, karena miris melihat keadaan mereka yang berkendara tanpa memperhitungkan unsur 'safety'-nya, rata-rata mereka membawa barang bawaan yang sangat banyak.

Belum lagi fisik motor yang mungil (motor2 skutik, yang menurut saya hanya nyaman untuk perjalan jarak dekat), seakan semakin mengurangi ergonomi dalam berkendara.

Belum lagi 'mudikers' motor yang membawa 3 orang penumpang, rider (bapak), istri dan 2 orang anak, satu anak di 'jepit' di antara bapak dan ibu, yang satu ditempatkan di depan.....hufff...jadi tameng deh.









































Barang bawaan banyak....anak ditempatin di depan...duh..duh...piye iki?





















Saking konsentrasinya melihat jalan, tuh anak tidur sampe kepalanya menjulur, sampai ngga ngeh....































































Tegal jam 07.45 tanggal 09 September 2010, kayaknya sopirnya nagntuk nih....




















Overload





















Foto-foto diambil dari kamera HP, diolah seperlunya dengan Photoshop...:)

Selamat menikmati...atau jangan-jangan anda termasuk dalam salah satu bingkai foto itu...hehehe






Selasa, 03 Agustus 2010

Solo Touring II :Pantai Bayah

Perjalanan pagi menuju Bogor , Minggu tanggal 01 Agustus 2010 (aku sebut etape I...hehehe) itu lumayan lancar, hanya sedikit tersendat memasuki pasar Cibinong, pertigaan Pemda Cibinong dan Pomad saat mau memasuki kota Bogor.

Etape II yaitu dari Bogor menuju Pelabuhan Ratu melalui jalur favorit biker, Cikidang. Dari Bogor, aku sengaja lewat Cipaku, karena ingin menghindari kemacetan jalur Ciawi-Sukabumi. Ternyata jalur jalan raya bogor-sukabumi masih relatif sepi (mungkin karena masih pagi kali ya?), dan motorpun bisa lari 60-70 km/j. Memasuki pertigaan menuju jalur Cikidang, odometer menunjukkan pada km 4593 (tripmeter 141) dan jam menunjukan pukul 08.15...jadi dari Depok sampai masuk jalur Cikidang berjarak 69 km. Aku putuskan untuk tancap tanpa istirahat.



View yang menemani di jalur Cikidang

Masuk Pelabuhan Ratu tepat jam 09.15 odometer pada km 4634 tripmeter 181, istirahat sejenak di Masjid Agung Pelabuhan Ratu buat sholat dhuha.
Selesai shalat dhuha dan istirahat, perjalanan aku lanjutkan...saat memasuki pantai Pelabuhan Ratu ternyata sudah ramai oleh WisDom lokal dan interlokal...:), maklum jam sudah menunjuk pukul 09.30. Maka aku putuskan untuk jalan terus ke Bayah walaupun aku belum pernah ke sana, hanya feeling yang aku ikuti.

Pantai Cisolok dilihat dari atas bukit



Ngga afdol kalo belum narsis.... :D


"Kuda' pun perlu narsis... :P


Pantai Pelabuhan Ratu dilihat dari atas bukit

Perjalanan ke pantai Bayah sungguh mengasyikkan karena perjalanan ke sana memang menyusuri pantai dan sedikit naik turun. Jalannyapun beraspal mulus walaupun tidak semulus jalan tol. Hanya sesekali terdapat lubang akibat terkelupasnya aspal, tapi itupun masih wajar, karena aku masih bisa 'lari' rata-rata 50-60 km/jam. Pemandangan pinggir pantai baik yang sejajar maupun yang terlihat dari atas bukit menggoda aku untuk berhenti sejenak dan merekamnya....Alhasil, perjalanan sejauh 64 km (odometer km 4634 - 4697) aku tempuh selama 2.5 jam!...:)


Jalur ke pantai Bayah....mulus


Sampai di pantai Bayah tepat jam 12.00 siang, pantai yang bersih dan sepi, itu kesan pertama yang alami. Sangat kontras dengan pantai Pelabuhan Ratu yang ruamenya minta ampun...hehehe. Di sini aku habiskan waktu selama satu jam untuk memuaskan diri dengan motret...motret dan motret. Pantai yang bersih, sepi dan banyak batu karangnya adalah objek yang sangat menarik. Aku cukup beruntung karena cuaca juga sangat mendukung, matahari yang bersinar dari timur membuat langit pantai terlihat sangat biru. Jadi ngga perlu pakai filter tambahan untuk mendapatkan birunya langit, hanya saja pengambilan gambar perlu menaikkan exposure sekitar satu stop. Aku pun menggunakan mode Manual, exposure f.11 speed antara 1/500 - 1/750 ISO 200 dan metering aku arahkan pada langit. Mengapa aku pilih mode Manual, karena dengan cuaca yang perubahannya tidak drastis , setting manual sangat membantu karena aku tidak perlu untuk mengganti setting speed kamera, akupun hanya konsen pada metering saja.

Setelah 'cukup' puas, yang 'cukup' karena aku sangat terbatas oleh waktu yang sudah menunjukkan jam 13.00. Akupun bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Dan sudah tentu, waktu perjalanan pulang menjadi lebih singkat, karena dari pantai Bayah menuju Pelabuhan Ratu, aku hanya perlu waktu 1 jam...:)

Hamparan batu karang di Pantai Bayah



Pantai Bayah, sepi dan relatif bersih...(recommended for landscape photographer)


Pantai Bayah dalam InfraRed....(olahannya masih perlu buanyak belajar..hehehe)


Belajar main komposisi batuan di pantai Bayah (1)



Belajar main komposisi di pantai Bayah (2)


Tiba di Pelabuhan Ratu jam 14.00, dan pantainya masih sangat rame, aku urung untuk mampir istirahat. Perjalanan aku lanjutkan ke Masjid Agung Pelabuhan Ratu, selain untuk beristirahat juga untuk shalat dhuhur. Aku pikir tanggung kalo hanya untuk shalat dhuhur, alhasil istirahat aku perpanjang hingga waktu Ashar tiba. Selepas Ashar jam 15.45, perjalanan pulang tetap melewati jalur Cikidang.

Tak terasa perjalanan Depok-Pantai Bayah-Depok telah tembus 350 km, dan bensin?...hehe cuman habis 7.5 liter.